Buah Sukun Sumber Pangan Fungsional

Kamis, 01 September 2016

Sukun dapat dijadikan sebagai pangan fungsional untuk menutupi kekosongan produksi pangan konvensional. Sukun dapat dipakai sebagai pangan fungsional pada bulan-bulan Januari, Pebruari dan September, dimana pada bulan-bulan tersebut terjadi paceklik padi. Musim panen sukun dua kali setahun. Panen raya bulan Januari - Februari dan panen susulan pada bulan Juli - Agustus. Di Indonesia, daerah penyebaran hampir merata di seluruh daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mengingat penyebaran sukun terdapat di sebagian besar kepulauan Indonesia, serta jarang terserang hama dan penyakit yang membahayakan, maka hal ini memungkinkan sukun untuk dikembangkan. Sukun mempunyai komposisi gizi yang relatif tinggi. Dalam 100 gram berat basah sukun mengandung karbohidrat 35,5%, protein 0,1%, lemak 0,2%, abu 1,21%, fosfor 35,5%, kalsium 0,21%, besi 0,0026%, kadar air 61,8% dan serat atau fiber 2%. Bagian yang bisa dimakan (daging buah) dari buah yang masih hijau sebesar 70 persen, sedangkan dari buah matang adalah sebesar 78 persen. Buah sukun yang telah dimasak cukup bagus sebagai sumber vitamin A dan B komplek tetapi miskin akan vitamin C. Kandungan mineral Ca dan P buah sukun lebih baik daripada kentang dan kira-kira sama dengan yang ada dalam ubi jalar.

Komentar

Berita Terbaru

Press Release Peringatan Hari Pangan Sedunia XXXVI Tahun 2016

Pada HPS tahun ini, masyarakat petani pun diajak dan diperlihatkan hasil atau capaian program pembangunan pertanian. Serta…


Untuk Pangan yang lebih baik

Rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 35 (XXXV) yang berlangsung di Jakabaring Sport City (JSC) Kota Palembang Sumsel…


Tanam Perdana Jarwo Super Boyolali

Dalam rangka mensosialisasikan, memberikan contoh dan memperlihatkan secara nyata tentang cara dan hasil penerapan Teknologi…