Ubi Alabio Diversifikasi Pangan Khas Kalimantan Selatan

Senin, 26 September 2016

Di Indonesia, sejak jaman dahulu sudah mengenal penganekaragaman makanan pokok. Pada wilayah wilayah tertentu mereka mengkonsumsi tanaman pokok selain padi. Yaitu sagu di Ambon, jagung di Madura dan ubi jalar di Irian. Petani di daerah rawa lebak Kalimantan Selatan juga mengenal diversifikasi tanaman pangan. Pada saat paceklik mereka mengkonsumsi ubi yang diolah menjadi sawut, baik ubi jalar Nagara ( Ipomoea batatas), maupun ubi alabio (Dioscorea alata L.). Ubi alabio bisa di konsumsi dengan berbagai variasi, sebagai makanan pokok yang berupa ubi rebus atau berupa sawut yang disantap bersama lauk, sebagai pergedel, lempeng, atau bahan campuran pada sayur. Menurut Antarlina dan Umar (2006), ubi alabio dapat dikembangkan men- jadi produk pangan seperti kripik ubi alabio dan tepung ubi alabio. Tepung ubi alabio dapat digunakan sebagai bahan baku produk kue/roti dan mie.

Terdapat banyak jenis ubi alabio yang ada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan, namun saat ini baru dapat digolongkan menjadi dua jenis yang ditentukan berdasarkan warna daging ubi alabio, yakni; (1) ubi merah/ungu (violet), dengan rasa ubi setelah direbus lembut agak berlendir dan beraroma khas dan (2) ubi putih,  rasa ubi setelah direbus lembut. Bentuk ubi alabio beragam, yaitu bulat, panjang dan ada yang bercabang.

Ubi alabio (D. alata) dapat di budidayakan pada lahan rawa lebak dangkal dan tengahan, dengan sistem monokultur atau dengan sistem tumpangsari. Pada lahan yang tergenang di musim hujan budadaya di lakukan dengan sistem surjan. Sedang pada musim kemarau budidaya dilakukan dengan sistem monokultur (Saleh 2010). Berdasarkan perbedaan bentuk, warna dan rasa terdapat beberapa varietas dari uwi (Dioscorea alata L) seperti uwi Nyiur, uwi Jawa, uwi Cina, uwi habang harum, uwi kesumba atau jaranang uwi tongkat atau tiang, uwi ketan atau tongkol (Balai Informasi Pertanian Banjarbaru 1984). Di rawa lebak di kenal beberapa varietas lokal ubi alabio, diantaranya ubi alabio Putih, Habang dan Habang carang (Saleh 1995).

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…