Sukun Gantikan Nasi

Selasa, 02 Agustus 2016

Sukun ternyata memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai pengganti nasi yang bergizi tinggi. Hal itu dikemukakan Shinta Permatasari, mahasiswi dari Departemen Teknologi Industri, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut dia, dalam daging sukun terdapat seratus gram berat basah mengandung karbohidrat sebesar 35,5 persen, protein 0,1 persen, lemak 0,2 persen, abu 1,21 persen, fosfor 0,048 persen, kalsium 0,21 persen, besi 0,0026 persen, kadar air 61,8 persen, dan serat atau fiber 2 persen.

Dengan kandungan tersbeut, sukun juga memiliki banyak manfaat untuk mengatasi penyakit kardiovaskular alias penyakit jantung. “Sukun juga dapat dijadikan sebagai pangan alternatif cepat saji, yang bergizi tinggi dan mengandung senyawa flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung,” terangnya.

Shinta bersama empat rekannya melakukan penelitian bertajuk Produk Inovasi Baru Nasi Cepat Masak Alternatif Pengganti Beras dengan Bahan Dasar Sukun yang Kaya Isoflavon. Inovasi tersebut dibimbing dosen IPB, Titi Candra Sunarti dan bagian dari Program Kreavitas Mahasiswa.

Shinta menjelaskan, senyawa flavonoid memiliki struktur 1,2- diarilpropan, yakni sebuah kelompok flavonoid yang banyak ditemukan di alam. Sebagian besar flavonoid ditemukan di alam dalam bentuk glikosida, yaitu ikatan senyawa flavonoid dengan gula.

Flavonoid merupakan antioksidan kuat yang dapat mereduksi radikal bebas dalam tubuh manusia.

Dalam program ini, jelas Shinta, buah sukun dibuat menjadi formula nasi cepat masak dengan mengombinasikan tepung sukun dengan tepung jagung, tepung beras, tepung beras, tepung singkong, atau pati singkong. Dari hasil formulasi terbaik ditetapkan berdasarkan uji organoleptik.

Hasilnya adalah formulasi nasi sukun dengan bahan baku 50 persen tepung sukun dan 50 persen tepung beras paling disukai. Sebab, memiliki rasa dan tekstur yang lebih disukai dibandingkan formulasi nasi sukun yang lain.

“Beras ini memiki kadar protein 4,6 persen, kadar karbohidrat 83,5 persen, kadar lemak 1,2 persen, cooking loss 27,7 persen, kadar air 8,3 persen kadar abu 2,7 persen dan kadar flavonoid yang cukup banyak,” paparnya. (Sumber : Sukun Gantikan Nasi)

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…