Sekarang Jagung Bisa Jadi Nasi

Rabu, 12 Oktober 2016

Beras, hingga saat ini masih menjadi bahan makanan utama mayoritas penduduk Indonesia. Meski terdapat banyak bahan makanan pengganti dan memiliki kandungan gizi yang setara, namun orang merasa belum makan jika belum mengonsumsi nasi.

Ketergantungan masyarakat dalam mengonsumsi nasi dari beras padi agaknya perlu direm secara perlahan. Saat ini, telah banyak produk bahan makanan pokok yang kandungan gizinya tak kalah dengan beras padi.

Salah satunya adalah beras jagung. Kini, sudah mulai banyak rumah makan di kota-kota besar yang menyuguhkan nasi jagung. Dengan paduan lauk ala kampung, tak jarang para pengunjung memilih menu ini sembari bernostalgia saat hidup di desa.

Mengonsumsi nasi jagung, sebetulnya sudah biasa dilakukan oleh nenek moyang kita. Namun di zaman yang kian maju, kebiasaan tersebut mulai pudar. Masyarakat lebih memilih nasi beras padi sebagai makanan utamanya.

Perlu menghidupkan kembali kebiasaan para pendahulu kita dalam mengonsumsi jagung, karena dengan mengonsumsi nasi jagung jauh lebih sehat dibandingkan makan nasi beras padi. Terbukti orang-orang zaman dulu yang makan nasi jagung, mereka tetap bugar meskipun sudah tua.

Sampai saat ini kendala dalam mengubah pola konsumsi masyarakat dari beras nasi ke beras jagung adalah skala produksi beras jagung masih sedikit. Sehingga perlu keberanian bagi para produsen beras jagung menyediakan bahan makanan tersebut setiap saat dalam skala besar. Selain itu perlu dukungan masyarakat juga secara perlahan dengan mengubah pola konsumsi dari beras nasi ke beras jagung.

 

Pengolahan

Dengan adanya teknologi tepat guna, dalam memproses beras jagung dapat diproses langsung mejadi beras jagung. Sedangkan dulu bisa berhari-hari dalam memproses menjadi beras jagung, karena prosesnya mulai dari peredaman, pengeringan, penggilingan, hingga mengolahnya.

Untuk pengolahan beras jagung tidak berbeda dengan beras nasi, hanya saja pengolahan beras jagung membutuhkan air lebih banyak. Apabila memasak beras nasi per liternya membutuhkan air paling sedikit 1 liter, sedangkan beras jagung per liternya membutuhkan 3 liter air untuk memasaknya.

 

Perlu edukasi

Sekalipun menyantap nasi jagung bukan hal baru di kalangan masyarakat, namun untuk memasarkan beras jagung bukan perkara mudah. Butuh edukasi ulang kepada masyarakat mengenai keunggulan dan manfaat mengonsumsi nasi jagung. Sehingga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai keunggulan beras jagung. Salah satu dasar yang dapat diterapkan sesuai dengan kandungan gizi beras jagung adalah pengelola rumah sakit. Para pengelola rumah sakit bisa menggunakan nasi jagung untuk para pasien diabetes dan lainnya, sebagai pengganti nasi beras padi. Dikarenakan beras jagung memiliki waktu pencernaan yang lebih lama, sehingga proses pembentukan gula dalam tubuh pun menjadi lambat. Selain itu para pengusaha katering bisa menjadikan nasi jagung sebagai varian produk menunya.

Sumber: http://www.varia.id/2015/06/05/gencar-mengampanyekan-nasi-jagung/#ixzz4Mr2THONF

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…