Sagu Kasbi Khas Malut

Minggu, 25 September 2016

Sagu Kasbi merupakan penganan khas dari Maluku Utara yang merupakan olahan dari ubi kayu. Memiliki rasa tawar, bertekstur keras, berwarna putih agak kekuningan, dengan bentuk dan ukuran besar persegi panjang.

Dari sisi kandungan gizinya, sagu ini mengandung protein 1,43% dan serat kasar sekitar 2,17%. Serat kasar itu sendiri mempunyai fungsi fisiologis sebagai pengikat empedu dan dapat membuat rasa kenyang lebih lama.

Kesan inferior masih melekat dengan produk olahan ubi kayu ini. Proses pengepresan saat pengolahan membuat hampir seluruh pati terekstraksi sehingga yang tersisa bahan rendah kalori.

Hal inilah yang membuat kadar gula dan kadar glikemik sagu kasbi rendah. Dengan karakteristik tersebut, sagu kasbi layak dikonsumsi penderita diabetes maupun orang dalam program diet rendah kalori.

Pembuatan sagu kasbi menggunakan ubi kayu varietas lokal Tidore yang dipanen pada umur 1-1,5 tahun.

Proses Membuat Sagu Kasbi

Secara tradisional, masyarakat membuat sagu kasbi dari ubi kayu varietas lokal Tidore. Ubi dipanen pada umur 1-1,5 tahun untuk memperoleh kandungan serat kasar yang tinggi. Ubi segar dibersihkan dari tanah dan kotoran lalu dikupas.

Cara mengupas ubi kayu yang benar yaitu bagian kulit dikupas dan lendir yang menempel pada ubi dihilangkan untuk mengurangi kadar asam sianida (HCN). Ubi kayu yang telah dikupas lalu dicuci dengan air mengalir kemudian direndam untuk menghindari proses pencoklatan.

Selanjutnya, ubi kayu diparut menggunakan mesin pemarut lalu parutan ubi dipres untuk memisahkan serat dan pati. Setelah dipastikan kering, ampas/serat lalu digiling dengan menggunakan mesin penepung beras.

Tepung yang dihasilkan dinamakan tepung sagu kasbi. Tepung lalu diayak dan butiran yang masih kasar digiling kembali dengan menggunakan lesung untuk menghasilkan tepung yang lebih halus (kehalusan 80 mesh), seragam, dan bersih.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara melakukan perbaikan teknologi pengolahan ’sagu kasbi’ menjadi berbagai rasa  dan bentuk, ukuran, tekstur serta warna sesuai dengan preferensi konsumen.

Diolah dari berbagai sumber.

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…