Mie Sagu

Sabtu, 24 September 2016

Sagu adalah tepung atau olahan yang diperoleh dari pemrosesan teras batang rumbia atau ‘pohon sagu’ (Metroxylon sagu Rottb.). Tepung sagu memiliki karakteristik fisik yang mirip dengan tepung tapioka.

Sagu lebih dikenal sebagai makanan pokok daerah timur Indonesia, seperti Maluku dan Papua. Sagu dimakan dalam bentuk papeda, semacam bubur, atau dalam olahan lain. Sagu juga dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan mie.

Mie sagu adalah mie yang dibuat dari pati sagu murni. Retrogradasi pati selama proses pembuatannya memicu terbentuknya “Resistant starch”, yaitu fraksi pati yang tak tercerna oleh enzim-enzim dalam saluran pencernaan. Adanya pati yang tidak tercerna memberi keuntungan bagi kesehatan.

Peneliti dari Balitbangtan Dr. Endang Yuli mengatakan, “Fraksi pati ini menjadi substrat favorit bagi bakteri baik untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek (Short Chain Fasty Acid (SCFA)) yaitu asam asetat, propionat dan butirat.”

Lebih lanjut dijelaskan, “SCFA tersebut berkontribusi besar menjaga kesehatan usus besar diantaranya sebagai agen kemoprevatif terhadap kanker kolon. SCFA juga memperbaiki sensitifitas insulin yang diperlukan bagi penderita diabetes. Proses pembuatannya yang unik menjadikan mie sagu berindeks glikemik rendah.”

Diolah dari berbagai sumber.

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…