HPS ke 38, Peluang Indonesia Menjadi Contoh Dunia Memanfaatkan Lahan Rawa

Senin, 15 Oktober 2018

Banjarmasin - Pelaksanaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 di Kalimantan Selatan (Kalsel) tinggal menghitung hari, berbagai kegiatan terkait sektor pertanian akan merangkai acara yang rencana dihadiri Presiden Jokowi beserta 42 duta besar Negara sahabat dari seluruh dunia.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana, mengatakan kegiatan utama yang membuat HPS tahun ini berbeda dengan sebelumnya dan sangat strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai contoh bagi dunia adalah kemampuannya memanfaatkan ribuan hektar lahan rawa di Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala menjadi lahan produktif pertanian

“Sesuai tema internasional dari FAO yaitu menciptakan dunia tanpa kelaparan di 2030, maka tema HPS tahun ini sesuai dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia yaitu pemanfaatan lahan rawa, saatnya kita tunjukan pada dunia bahwa Indonesia mampu mengelola lahan rawa dengan baik” ungkap Dadih ditengah pelaksanaan jumpa pers HPS ke 38 di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (11/10)

Dadih mengatakan Indonesia merupakan negara agraris dengan bonus iklim yang tidak dimiliki negara lainnya, dimana sepanjang tahun petani Indonesia memungkinkan untuk terus berbudidaya, dengan 9.3 juta hektare lahan suboptimal di Indonesia yang berpotensi sebagai basis produksi pertanian, Pending meyakini melalui sentuhan teknologi yang tepat optimalisasi lahan rawa akan menghasilkan pangan yang optimal.

“Lahan rawa kita disini tergantung pada alam, kalau air masih tinggi tidak bisa tanam, tunggu sampai surut bisa 6-7 bulan, dengan teknologi yang kita kembangkan, kita coba kendalikan dan atur tata air melalui polder dan kanal, petani bisa tanam dan panen sepanjang tahun” papar Dadih.

Lebih lanjut Dadih menjelaskan kanal berguna untuk menjadi long storage, dan polder menjadi pelindung pada saat posisi air tinggi, didukung keberadaan pompanisasi berukuran 16 inchi dengan kapasitas hingga 4 ribuliter perdetik, lahan rawa di Jejangkit diyakini akan terkelola secara maksimal.

“Sesuai arahan Bapak Menteri, kami gerak cepat menyediakan pompa berkapasitas besar di lokasi, ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah ditengah masyarakat, membantu kebutuhan petani secara tepat untuk lebih produktif” jelasnya.

Dadih mengatakan keberadaan teknologi pertanian memudahkan petani di Jejangkit untuk mengakses air sepanjang tahun, selain dipercaya meningkatkan produktifitas hingga dua kali lipat, petani di Jejangkit juga kesempatan memperluas pendapatan dengan budidaya ikan, itik serta sumber protein dan karbohidrat lainnya.

“Sebelumnya petani di Jejangkit hanya mampu produksi dibawah 3 ton per ha denga adanya optimalisasi lahan, minimal bisa berproduksi 5 ton per hektare” beber Dadih.

Proyek percontohan pemanfaatan Lahan rawa sudah lebih dulu diterapkan Kementerian Pertanian di Sumatera Selatan (Sumsel), Dadih menjelaskan memasuki tahun ketiganya, pemanfaatan lahan rawa di Sumsel sudah berkembang hingga 1200 ha, hasilnya pun sangat membanggakan, produksinya bisa mencapai 7 sampai 8 ton per ha.

Dadih optimis dengan fasilitas pendampingan dari pemerintah selama tiga tahun dan rekayasa teknologi dalam negeri, Jejangkit mampu menjadi kawasan pengembangan pertanian modern berbasis mekanisasi hingga meningkatkan kesejahteraan petani disekitarnya.

“Pemerintah akan memberi pendampingan selama tiga tahun dalam bentuk penugasan penyuluh, dari sisi kelembagaan kita bekerjasama dengan PERTETA, Kemendes juga akan bangun RMU disini, saya optimis upaya ini mampu mendorong perekonomian masyarakat hingga terbentuknya korporasi petani sesuai perintah Bapak Presiden” tutup Dadih.

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…