Ganyong

Minggu, 25 September 2016

Ganyong, bernama latin Canna edulis syn Canna discolor, merupakan salah satu tanaman aneka umbi yang tumbuh dan dibudidayakan di Indonesia.

Tumbuhan ini merupakan semak berbatang basah bersifat merumpun dan menahun, berbatang lunak, tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 0.9 – 1.8 meter. Selain itu, memiliki bentuk batang bulat sampai agak pipih dan merupakan kumpulan pelepah daun yang secara teratur saling tumpang tindih hingga disebut batang semu atau batang palsu.

Daunnya lebar hijau atau kemerahan dengan bentuk elips memanjang. Bunganya berbentuk terompet dengan bentuk buah bulat kecil serta memiliki kulit berbintil halus.

Umbi tumbuhan ini umumnya berukuran panjang 60 cm dan diameternya 10 cm, berdaging tebal dan berwarna putih atau keungu-unguan.

Adaptasi ganyong sangat luas, dapat tumbuh pada daerah ekstrim panas dan dingin. Ganyong tumbuh baik pada ketinggian 1.000–2.500 m dpl, tanah gembur dan ternaungi.

Namun, pada prakteknya tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk lahan marjinal dan toleran cahaya dengan adaptasi yang luas.

Tanaman ini memiliki banyak manfaat seperti mengobati ulkus (sebagai antiulcer), panas dalam, dan radang saluran kencing. Dari segi nutrisi selain karbohidrat, ganyong juga mengandung kalsium dan fosfor yang tinggi.

Ganyong memiliki struktur pati pendek sehingga sangat baik untuk penderita diabetes dan penderita maag karena mudah dicerna.

Kajian tentang sifat fisiko kimia menunjukkan bahwa pati ganyong memiliki potensi yang bagus untuk produk roti karena memiliki viskositas tinggi, gel yang kuat, dan kandungan fosfornya tinggi.

Biasanya ganyong dikonsumsi dalam bentuk rebusan, tepung, pati, dan keripik. Sebagai camilan ganyong cukup direbus, lalu dimakan dengan rasa pulen kemanis-manisan.

Ganyong juga dapat diolah menjadi ‘produk antara’, karena dalam bentuk pati atau tepung ganyong dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri makanan.

Contohnya kue, jenang, makanan bayi, keripik, dan sebagainya. Produk olahan berupa roti yang dibuat dari tepung pati ganyong lebih cerah dan lebih krispi dibanding dengan terigu.

Diolah dari berbagai sumber.

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…