Sudah Terpenuhi kah Kebutuhan Pangan Protein Hewani di Indonesia ?

Jumat, 23 September 2016

Dari kegaraan tingkat partisipasi dan volume konsumsi protein hewani rumah tangga perkapita masyarakat perkotaan maupun pedesaan, telur ayam ras menduduki posisi petama karena harga telor ayam ras yang relatif murah dan produksi nasional telor ayam ras yang mampu menutupi permintaan konsumsi nasional sehingga kualitas konsumsi protein hewani masyarakat meningkat.

Rumah tangga pedesaan memelihara ternak di pekarangan pada skala kecil bukan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani tetapi lebih untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam keadaan mendesak (aset).

Temuan lain menunjukan semakin tinggi pendapatan per kapita rumah tangga semakin tinggi pula konsumsi pangan sumber protein hewani. Sehingga dalam upaya perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat dapat dibuat kebijakan diantaranya Perbaikan pola konsumsi pangan menuju Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) akan terjadi apabila terdapat perbaikan pendapatan seseorang atau rumah tangga. Intervensi yang langsung dapat dilakukan yaitu sosialisasi tentang pentingnya pangan yang bergizi khususnya pola konsumsi B2SA, dan pemberian tambahan makanan bagi kelompok yang berpendapatan rendah terutama untuk balita dan ibu hamil serta menyusui.

Fakta menarik yaitu hampir seluruh produksi ayam kampung dan telur ayam kampung dihasilkan oleh usaha rumah tangga dan bukan dari usaha kecil dan menengah tetapi masyarakat pedesaan sendiri tidak mengonsumsinya, dan mereka hanya mengonsumsinya apabila ada anggota keluarga ada yang sakit atau ayam ternak yang sakit.

Sumber pangan protein hewani lainya adalah daging sapi, tetapi sumber protein hewani ini ternyata memiliki tingkat konsumsi yang rendah, hal ini dikarenakan harga yang relatif mahal. Sehubungan itu, untuk mencapai sasaran yang lebih besar yaitu perbaikan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan kualitas pangan yang dikonsumsinya, sasaran swasembada daging sapi sebaiknya ditinjau kembali, diperluas menjadi sasaran swasembada daging, atau lebih luas lagi swasembada protein hewani asal peternakan, atau bahkan swasembada protein hewani asal ternak dan ikan. (RJS)

Sumber: Laporan analisis Kebijakan PSE KP Balitbangtan

 

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…