Sekilas Hari Pangan Sedunia

Selasa, 02 Agustus 2016

Hari Pangan Sedunia (HPS) diprakarsai oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) saat konferensi umum ke-20 di Roma, Italia dan ditetapkan sebagai World Food Day melalui Resolusi PBB Nomor 1 tahun 1979, dan idenya dicetuskan oleh delegasi Hongaria yang dipimpin Menteri Pertanian dan Pangan Hongaria Dr Pal Romany.

HPS diperingati setiap tanggal 16 Oktober bertepatan dengan terbentuknya FAO, dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian penduduk dunia akan pentingnya penanganan masalah pangan baik di tingkat nasional, regional maupun global.

Negara-negara anggota FAO kemudian menyepakati bahwa mulai tahun 1981 seluruh negara anggota FAOmemperingati HPS setiap tahun.

Tema HPS

Tema HPS dari tahun ke tahun selalu berganti yakni :

Tahun 2015 – Perlindungan sosial dan pertanian: memutus siklus kemiskinan pedesaan (Social Protection and agriculture: breaking the cycle of rural poverty)

Tahun 2014 – Pertanian keluarga: Memberi makan dunia, merawat Bumi (Family Farming: Feeding the world, caring for the earth)

Tahun 2013 – Sistem Pangan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Gizi (Sustainable Food Systems for Food Security and Nutrition)

Tahun 2012 – Koperasi Pertanian - Kunci Untuk Memberi Pangan Dunia (Agricultural Cooperatives - Key to Feeding The World)

Tahun 2011 – Harga Pangan dari Krisis Menuju Kestabilan (Food Prices from Crisis to Stability)

Tahun 2010 – Bersama-sama Melawan Kelaparan (United Against Hunger)

Tahun 2009 – Mencapai keamanan pangan pada masa krisis (Achieving food security in times of crisis)

Tahun 2008 – Keamanan Pangan Dunia: Tantangan Perubahan Iklim dan Bioenergi (World Food Security: the Challenges of Climate Change and Bioenergy)

Tahun 2007 – Hak untuk Pangan (The Right to Food)

Tahun 2006 – Berinvestasi di agrikultura untuk keamanan pangan (Investing in agriculture for food security)

Tahun 2005– Agrikultura dan Dialog Antar Budaya (Agriculture and Intercultural Dialogue)

Tahun 2004 – Biodiversitas untuk Keamanan Pangan (Biodiversity for Food Security)

Tahun 2003 – Bekerja Bersama-sama untuk Aliansi Internasional Melawan Kelaparan (Working Together for an International Alliance against Hunger)

Tahun 2002 – Air: Sumber Keamanan Pangan (Water: Source of Food Security)

Tahun 2001 – Lawan Kelaparan untuk Mengurangi Kemiskinan (Fight Hunger to Reduce Poverty)

Tahun 2000 – Satu Milenia Bebas dari Kelaparan (A Millennium Free from Hunger)

Tahun 1999 – Pemuda Melawan Kelaparan (Youth against Hunger)

Tahun 1998 – Wanita Memberi Makan Dunia (Women Feed The World)

Tahun 1997 – Berinvestasi di Keamanan pangan (Investing in Food Security)

Tahun 1996 – Melawan Kelaparan dan Malnutrisi (Fighting Hunger and Malnutrition)

Tahun 1995 – Pangan untuk Semua (Food For All)

Tahun 1994 – Air untuk Kehidupan (Water For Life)

Tahun 1993 – Menuai Diversitas Alam (Harvesting Nature's Diversity)

Tahun 1992 – Pangan dan Nutrisi (Food and Nutrition)

Tahun 1991 – Pepohonan untuk Kehidupan (Trees for Life)

Tahun 1990 – Pangan untuk Masa Depan (Food for the Future)

Tahun 1989 – Pangan dan Lingkungan (Food and the Environment)

Tahun 1988 – Pemuda Desa (Rural Youth)

Tahun 1987 – Petani-petani Kecil (Small Farmers)

Tahun 1986 – Nelayan dan Komunitas Nelayan (Fishermen and Fishing Communities)

Tahun 1985 – Kemiskinan Desa (Rural Poverty)

Tahun 1984 – Wanita dalam Agrikultura (Women in Agriculture)

Tahun 1983 – Keamanan Pangan (Food Security)

Tahun 1982 – Pangan Adalah Utama (Food Comes First)

Tahun 1981 – Pangan adalah Utama (Food Comes First)

Isu mengenai ketahanan pangan merupakan tema yang paling sering diangkat dalam peringatan HPS secara global. Selain mengusung tema global yang ditetapkan FAO, setiap negara anggota bebas menentukan sendiri tema nasional dalam setiap peringatan HPS.

Kementerian Pertanian Focal Point FAO

Saat ini di Indonesia, peringatan HPS diselenggarakan lintas instansi pemerintah dan lembaga. Kementerian Pertanian pada masa 1980an merupakan satu Kementerian yang selain mengurusi pangan termasuk didalamnya perikanan dan kehutanan merupakan focal point FAO yang tepat terkait pangan. Hingga saat ini, Kementerian Pertanian masih menjadi lembaga yang tepat untuk menangani pangan, dengan tetap bersinergi dengan lembaga terkait lainnya. 

Tema HPS Nasional

Tema HPS nasional dipilih dengan kesesuain dengan tema internasional. Beragam namun tetap pada koridor tema global. Pemerintah Indonesia memilih tema dengan pertimbangan bahwa Indonesia kaya akan berbagai sumberdaya alam sebagai sumber pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi.

Di tengah potensi dan keberagamannya tersebut di sisi lain, Indonesia juga menghadapi masalah global seperti fluktuasi harga pangan dunia akibat perubahan iklim dan berbagai tantangan produksi pangan dunia.

Adapun tema nasional selama beberapa tahun ke belakang yakni :

Tahun 2015 – Pemberdayaan Petani Sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan

Tahun 2014 – Pertanian Bioindustri Berbasis Pangan Lokal Potensial

Tahun 2013 – Optimalisasi Sumberdaya Lokal Menuju Kemandirian Pangan

Tahun 2012 – Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan

Tahun 2011 – Menjaga Stabilitas Harga dan Akses Pangan Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Tahun 2010 – Kemandirian Pangan Untuk Memerangi Kelaparan

Tahun 2009 – Memantapkan Ketahanan Pangan Nasional Mengantisipasi Krisis Global

Tahun 2008 – Ketahanan Pangan, Perubahan Iklim, Bioenergi dan Kemandirian Pangan

Tahun 2007 – Melalui peningkatan mutu dan keamanan produk hewani kita tingkatkan kecerdasan bangsa

Tahun 2006 – Membangun Kemandirian Pangan Berbasis Pedesaan

Kegiatan HPS di Indonesia

Peringatan hari pangan sedunia di Indonesia dilaksanakan dengan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan seperti Seminar, Talkshow, Lomba Cipta Menu, Diplomatik Tour serta acara puncak perayaan dengan kegiatan seperti Gelar Teknologi dan Pameran.

Selama HPS diperingati dipastikan selalu ada Gelar Teknologi (Geltek). Tujuan Geltek adalah untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian/pengkajian bidang pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan dan secara langsung menunjukkan kepada pengguna dan masyarakat agar dapat mengaplikasikan inovasi teknologi guna mendukung ketahanan pangan nasional dan percepatan perbaikan gizi masyarakat. 

Kegiatan lainnya adalah Lomba Cipta Menu. Keunikan dari penyelenggaraan lomba ini adalah aneka pangan lokal berbahan non beras ataupun non terigu sering menjadikan keunikan tersendiri.

Kegiatan selanjutnya adalah Diplomatic Tour. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan upaya-upaya Indonesia dalam mengatasi dan mempertahankan ketahanan pangannya kepada duta besar negara sahabat angota FAO yang hadir.

Komentar

Berita Terbaru

Penutupan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di  Halaman Kantor Sekretaris…


Presiden Jokowi Bakal Canangkan Optimalisasi Lahan Rawa untuk Produksi Pangan di HPS 2018

Jakarta – Presiden Joko Widodo direncanakan bakal hadiri perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 di Kalimantan…


Wujudkan Ketahanan Pangan, HPS Ke 38 Maksimalkan Lahan Rawa di Kalsel

Banjarmasin - Puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 akan diselenggarakan di Kalimantan Selatan pada 18-21 Oktober…