Jalawure, Potensi Jadi Pangan Alternatif

Jumat, 05 Agustus 2016

Indonesia kaya akan sumber pangan lokal dan khas seperti aneka umbi, talas, ganyong, jagung, sagu yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan pokok hingga camilan.

Di Kabupaten Garut misalnya, ada sejenis tumbuhan umbi-umbian yang sebagian besar masyarakat kampung Cigadog Desa Cikelet mengenalnya dengan nama Jalawure atau nama latinnya Tacca Leontopetaloides.

Berdasarkan penelitian LIPI yang dikeluarkan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Garut, sejak tahun 1962 hingga sekarang jalawure telah dimanfaatkan kampung Cigadog Kecamatan Cikelet dan masyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai selatan Kabupaten Garut untuk dikonsumsi masyarakat sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.

Jalawure berasal dari Famili Taccaceae, secara alamiah tumbuh liar di pesisir pantai, khususnya di Pantai Garut Selatan. Tanaman jalawure memiliki daun besar berbentuk seperti daun pepaya. Tanaman ini pun memiliki bunga dan buah yang dapat menjadi benih untuk ditanam kembali. Tinggi tanaman bisa mencapai satu sampai satu setengah meter.

Tangkai daun melekat pada batang berbentuk segi lima. Tumbuhan jalawure berbunga/berbiji dan berakar serabut berbentuk umbi. Jalawure berkembang biak melalui vegetatif (umbi) dan reproduktif (biji). 

Penyuluh dari Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kecamatan Cikelet, Asep Ruhiatna, mengatakan umbi jalawure baru bisa dipanen setelah tanaman berusia satu sampai dua tahun. Dalam setiap tanaman, dapat dipanen sampai dua kilogram umbi berbentuk seperti bengkoang.

Umbi jalawure mengandung karbohidrat 38,16 gr/100 gr dan dalam bentuk tepung jalawure mengandung karbohidrat 83,07 ngr/100 gr, kandungan paling tinggi dibandingkan tepung lainnya (tepung beras, tepung terigu, dan tepung jagung).

Selain itu, kandungan gizi dalam tepung jalawure yakni lemak 0,17 g, protein 0,05 g, karbohidrat 83,07 g, Fe 2,00 mg, Vitamin C 9,31 mg, kadar abu1,30 g, kadar air 15,65 g, energi 334 kkl, hcn 0. Kedua jenis zat gizi tersebut tidak terdapat pada tepung terigu, tepung beras, dan tepung Jagung.

Olahan dari Tepung Jalawure

Tepung jalawure telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis kue, baik kue kering maupun kue basah seperti makanan ringan kue semprong. Saat dikunyah, kerenyahan kue semprong jalawure melebur dalam mulut bersama rasa gurih dari parutan kelapa.

Bagi yang pertama kali mencoba, butiran serat yang terasa tawar saat mengunyah kue semprong ini mungkin dianggap asing. Itulah butiran serat tepung jalawure. Tepung jalawure diperoleh dari parutan umbi tanaman tersebut.

(Sumber : www.garutkab.go.id ; www.jabar.tribunnews.com )

Komentar

Berita Terbaru

Press Release Peringatan Hari Pangan Sedunia XXXVI Tahun 2016

Pada HPS tahun ini, masyarakat petani pun diajak dan diperlihatkan hasil atau capaian program pembangunan pertanian. Serta…


Untuk Pangan yang lebih baik

Rangkaian Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 35 (XXXV) yang berlangsung di Jakabaring Sport City (JSC) Kota Palembang Sumsel…


Tanam Perdana Jarwo Super Boyolali

Dalam rangka mensosialisasikan, memberikan contoh dan memperlihatkan secara nyata tentang cara dan hasil penerapan Teknologi…